May 23

Cara Kerja Panel Surya Menghasilkan Listrik

gambar pekerja sedang memasang panel surya
gambar pekerja sedang memasang panel surya

Sumber energi alternatif yang kini tengah dikembangkan, jadi pembahasan yang penting dimasyarakat. Energi alternatif diharapkan memiliki sumber yang melimpah dan tidak memiliki dampak kerusakan lingkungan yang tinggi, seperti halnya sumber energi dari fosil. Salah satu energi terbarukan yang kini tengah menjadi fokus penelitian adalah panel surya.

Walaupun demikian, Ilmuan sejauh ini sudah menemukan dan memanfaatkan hasilnya. Namun tidak puas sampai disitu saja, ilmuan – ilmuan yang berfokus terhadap pencarian dan pengembangan teknologi baru terus berupaya agar mendapatkan panel surya yang efektif dan juga efisien.

Agar sobat semua dapat mengetahui sudah sejauh mana perkembangan teknologi panel surya, penulis akan menjelaskan bagaimana cara kerja panel surya yang kini ada. Secara definisi, panel surya merupakan alat yang terdiri dari komponen sel surya. Sel surya memiliki kemampuan untuk merubah cahaya surya atau matahari menjadi tenaga listrik yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Namun tidak semudah itu juga kawan, ada beberapa istilah dan cara kerja dari panel surya yang bersifat teknis dan tidak akan penulis jelaskan karena cukup sulit untuk dipahami.

Istilah surya sebenarnya mengacu pada  kata “sol” atau matahari, karena matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan untuk keberlangsungan panel surya. Panel surya juga sering disebut dengan istilah sel photovoltaic atau juga dapat diartikan sebagai cahaya listrik. Cara kerja sel photovoltaic secara umum adalah kemampuannya untuk menyerap sinar surya dari matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan. Alat ini pertama kali di buat oleh seorang ilmuwan pada tahun 1880 yang bernama Charles Fritts.

Panel Surya Menghasilkan Listrik dengan Menangkap Sinar Marahari

Tipe fotovoltaik ini merupakan sistem pembangkit listrik yang menggunakan perbedaan tegangan untuk menhasilkan listrik atau akibat dari efek fotoelektrik. Terdapat 3 komponen utama dalam panel surya, yaitu Lapisan panel P, Lapisan pembatas tengah, dan yang terakhir Lapisan panel N. Ketiganya memiliki fungsi masing – masing dalam menghasilkan listrik.

Namun dalam pelaksanaannya, penerapan panel surya sangat sulit dilakukan. Sulit dilakukan dalam hal efisiensi dan belum mampu menggantikan tenaga listrik yang berasal dari fosil. Produksi listrik menggunakan panel surya menghasilkan watt yang lebih kecil dari pada menggunakan bahan bakar fosil dengan harga yang sama. Apabila di perhitungkan lebih dalam, bahan bakar fosil memiliki kemampuan 10 kali lipat dibandingkan dengan panel surya dalam menghasilkan listrik.

Untuk penerapan di Indonesia sendiri, pemerintah telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar dan pertama yang di bangun di Pulau Bali, tepatnya di karangasem dan bangli. PLTS ini memiliki kapasitas 2 x 1 MW. Dan pemerintah pun sebenarnya telah mendorong pihak swasta untuk membangun hal serupa di daerah lain karena PLTS yang di bangun di Bali tidak di daftarkan dalam hak cipta. Berikut adalah video cara kerja panel surya.

Jadi, apakah sobat tertarik untuk mengganti sumber listrik dengan menggunakan panel surya. Itu semua kembali kepada hitungan untung dan rugi pribadi. Pilihan sumber daya listrik terbarukan yang beragam jadi solusi untuk tetap menjaga alam tetap asri.

Artikel ini adalah kontribusi satusolar.com – Perusahaan Penyedian Peralatan Panel Surya, Inverter, baterai, lampu tenaga surya dan aksesoris lainnya.


Tags: , , ,
Copyright 2019. All rights reserved.

Posted May 23, 2019 by gitamaris in category "Teknologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *